Rabu, 06 November 2013

tugas 2 sistem informasi akuntasi



1.Sebutkan dan jelaskan teknik-teknik system Auditing?
Jawab :
Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat  kesesuaian  antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.
Terdapat tiga jenis audit yang biasanya dilakukan, yaitu :
  1. Audit keuangan
  2. Audit sistem informasi
  3. Audit operasional atau manajemen
Seluruh audit menggunakan urutan kegiatan yang hampir sama, hingga dapat dibagi ke dalam empat langkah:
  • Merencanakan audit
  • Mengumpulkan bukti audit
  • Mengevaluasi bukti audit
  • Dan mengkomunikasikan hasil audit
Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.
Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :
  1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer,  program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran
  2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
  3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
  4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
  5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
  6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya




2. Sebutkan dan jelaskan dalam pengembangan system informasi akuntasi?
Jawab :
Menurut American Accounting Association (lembaga yang paling bertanggung jawab atas pengembangan akuntansi di Amerika Serikat), akuntansi adalah “…suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh mereka yang menggunakan informasi keuangan tersebut.” Dari pengertian ini, ada tiga hal yang bisa kita simpulkan, yaitu :
1.    Masukan (input) akuntansi sebagai sistem informasi adalah informasi ekonomi dari kegiatan (transaksi) organisasi ataupun perusahaan
2.    Masukan tersebut diolah melalui proses identifikasi, pengukuran, dan pelaporan untuk menghasilkan keluaran (output) yang berupa informasi atau laporan keuangan
3.    Keluaran tersebut digunakan sebagai penunjang pengambilan keputusan bisnis oleh pemakai informasi akuntansi.
Karena itulah akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis. Dengan akuntansi, kita memperoleh informasi tentang keadaan suatu perusahaan yang memungkinkan kita menilai keberhasilan perusahaan tersebut.

B.    Kualitas Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi yang berkualitas harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
1.    Perbandingan antara manfaat dan biaya. Pertimbangan utamanya bahwa manfaat akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya untuk membuat laporan tersebut. Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang bisa diterima oleh pemakai informasi.
2.    Dapat dimengerti. Informasi dapat dimengerti oleh pemakai karena dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai.
3.    Relevan. Agar informasinya relevan, maka dipilih metode-metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang akan membantu para pemakai dalam pengambilan keputusan yang memerlukan penggunaan data akuntansi.
4.    Dapat dipercaya. Dapat dipercayanya suatu informasi akuntansi tergantung pada tiga hal yaitu :
a.    Dapat diuji. Informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para penguji independen dengan menggunakan metode penguran yang sama
b.    Netral. Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.
c.     menyajikan yang seharusnya. Bila informasi itu memang berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang seharusnya terjadi, menyatakan yang sebenarnya.
5.    Nilai Prediksi. Informasi tentang keadaan keuangan masa sekarang atau kinerja masa lalu bisa memiliki nilai prediksi. Artinya dapat digunakan untuk memprediksi masa depan.
6.    Feedback (umpan Balik). Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penlakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.
7.    Tepat waktu. Informasi harus disampaik sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan
8.    Dapat dibandingkan atau konsisten. Bisa dibandingkan dimaksudnya agar pembaca laporan keuangan dapat lebih mudah mengetahui persamaan dan perbedaan di antara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.

C.    Pemakai Informasi Akuntansi
Pemakai informasi akuntansi dapat kita bedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
1.    Pihak intern, adalah pengguna informasi akuntansi yang berhubungan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari.
Contoh :
§  Pemimpin perusahaan. Pemimpin perusahaan sangat berkepentingan terhadap informasi akuntansi karena dialah yang paling bertanggung jawab atas kemajan perusahaan.
2.    Pihak ekstern, adalah pengguna informasi akuntansi yang berkepentingan terhadap perusahaan namun tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan.
Contoh :
§  Pemilik perusahaan atau investor, adalah pihak yang berkepentingan atas maju mundurnya perusahaan karena merekalah yang menanggung risiko atas modal yang disetornya ke dalam perusahaan.
§  Kreditor, perusahaan membutuhkan pinjaman untuk membiaya operasi. Pinjaman tersebut dapat diperoleh dari kreditor yang memutuskan apakah akan memberi pinjaman atau tidak, setelah mengetahui keadaan perusahaan.
§  Badan-badan Pemerintah, Pemerintah berkepentingan terhadap perusahaan, misalnya dalam bidang perpajakan dan ketenagakerjaan.
§  Karyawan dan Serikat Pekerja, karyawan dan serikat pekerja berkepentingan atas maju-mundurnya perusahaan. Jika kondisi keuangan perusahaan baik, misalnya, maka karyawan dapat menuntut perbaikan penghasilan.
§  Masyarakat, terutama yang berada di sekitar perusahaan, berkepentingan terhadap perusahaan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan dan manfaat sosial lainnya.

D.   Bidang-Bidang Akuntansi :
a.    Akuntansi Keuangan, adalah bagian dari akuntansi yang mengkhususkan diri dalam proses pencatatan transaksi hingga penyajiannya dalam bentuk laporan keuangan.
b.    Auditing, adalah bidang akuntansi yang menkhususkan diri pada pemeriksaan catatan-catatan akuntansi secara independen.
c.     Akuntansi Biaya, berhubungan dengan penetapan, perencanaan, dan pengendalian biaya produksi.
d.    Akuntansi Manajemen, adalah bidang akuntansi diri pada pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan.
e.    Akuntansi Anggaran, berhubungan dengan penyusunan rencana pengeluaran perusahaan dan membandingkannya dengan pengeluaran aktual.
f.     Akuntansi Perpajakan, mengkhususkan kegiatannya dalam penyiapan data yang diperlukan untuk perhitungan pajak.
g.    Sistem Akuntansi, adalah bidang akuntansi yang mengkhususkan diri dalam perencanaan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan, serta pelaporan data keuangan.
h.    Akuntansi Pemerintahaan. Adalah bidang akuntansi yang mengkhususkan diri penyajian laporan transaksi yang dilakukan oleh pemerintah
i.      Akuntansi Pendidikan, berhubungan dengan kegiatan pengembangan dan penyebaran pendidikan akuntansi.








3. Buatlah flowchart yang menggambarkan sebuah arul system penggajian  pada sebuah perusahaan?
Jawab :



http://3.bp.blogspot.com/-zE1qWIMcXb4/Tsenk5UADJI/AAAAAAAAAG4/DK_PZOWgTWI/s640/flowchart+penjualan+tunai.bmp
Di atas tersaji flowchart penjualan tunai. Agar karyawan tidak memiliki peluang untuk melakukan kecurangan (fraud), maka sebaiknya penjualan tunai dilakukan oleh paling tidak 2 orang karyawan. Karyawan pertama bertugas sebagai pramuniaga. Sedangkan karyawan kedua bertanggung jawab untuk menerima kas dari pelanggan (kasir). Bagian pengambilan barang dapat dirangkap oleh karyawan pertama. 

Faktur penjualan tunai cukup dibuat rangkap dua. Pramuniaga akan menyiapkan faktur dua lembar dan menyerahkan faktur ke pelanggan. Pelanggan membawa faktur ke kasir dan membayar. Kasir menerima kas, dan mencap lunas kedua lembar faktur. Kedua lembar faktur dibawa oleh konsumen ke pramuniaga untuk mengambil barang. Pramuniaga mencap "telah diambil" pada kedua faktur tersebut. Faktur lembar pertama diserahkan ke konsumen sebagai bukti konsumen telah lunas membayar. Faktur lembar kedua diarsip pramuniaga. 

Sore hari, total faktur lembar kedua dari penjualan sepanjang hari harusnya cocok dengan saldo kas yang ada di tangan kasir. Total kas dan seluruh faktur akan diserahkan ke pemilik toko pada saat tutup toko.

Apakah simbol-simbol flowchart di atas terasa membingungkan? Silahkan kunjungi artikel tentang simbol flowchart.



Sumber :
http://sosio-ekonomi.blogspot.com/2013/03/akuntansi-sebagai-system-informasi.html,http://blogakuntansi.blogspot.com/search/label/contoh%20kasus,audit-analisis-sia.blogspot.com/2013/01/silabus-audit, ml.scribd.com/doc/36912065/Audit-Manajemen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar